Penyebaran biji adalah perpindahan biji dari tumbuhan induknya. Karena tumbuhan memiliki kemampuan berpindah yang terbatas, biji mengandalkan perantara biotik seperti hewan atau faktor abiotik seperti angin dan air. Jalur-jalur ini membawa biji ke jarak dan tempat yang berbeda; kadang satu perjalanan juga melibatkan lebih dari satu perantara. [1]
Angin dapat mengangkat biji, tetapi jarak bukan satu-satunya soal
Penyebaran oleh angin, atau anemokori, terjadi ketika biji tertiup hingga terbang atau berguling di atas tanah. Dandelion dan maple termasuk contoh tumbuhan yang bijinya menyebar dengan cara ini. Karena tidak semua biji berakhir di tempat yang dapat ditumbuhi, penyebaran lewat angin bergantung pada banyaknya biji untuk meningkatkan kemungkinan sebagian berhasil berkecambah. [1]
Namun, terbawa jauh tidak selalu menguntungkan. Uraian tentang Asteraceae membandingkan tumbuhan di pulau kecil dengan yang tumbuh di daratan utama: biji Asteraceae di pulau kecil memiliki massa lebih besar relatif terhadap "sayap"-nya. Salah satu batas yang dijelaskan adalah risiko biji terbang terlalu jauh, jatuh ke laut, lalu tidak dapat tumbuh. [1]
Air membawa biji mengikuti aliran dan pasang surut
Penyebaran melalui air disebut hidrokori. Jalur ini terutama digunakan tumbuhan air dan tumbuhan yang hidup dekat perairan, dan dapat membawa biji cukup jauh. Buah lili air, misalnya, mengapung untuk beberapa waktu sebelum jatuh ke dasar kolam dan membentuk akar. Biji kelapa juga dapat terbawa air hingga ke seberang lautan jika tumbuh dekat perairan. [1]
Pada bakau, pasang surut ikut menentukan ke mana biji bergerak. Saat air surut, biji yang jatuh dapat langsung menyentuh tanah dan tumbuh dekat dengan induknya. Jadi, jalur air tidak selalu berarti perjalanan jauh: keadaan perairan dapat membuat biji menetap tak jauh dari tempat asalnya. [1]
Hewan membantu biji berpindah lewat buah
Salah satu jalur penyebaran oleh hewan, atau zookori, bermula saat hewan memakan buah berdaging. Bijinya dapat ikut masuk ke saluran pencernaan dan tidak dicerna; setelah keluar bersama kotoran hewan, proses itu dapat membantu mempercepat perkecambahan. Penyebaran oleh hewan juga dapat menjauhkan biji dari bahaya seperti kebakaran hutan musiman atau degradasi lahan. [1]
Perjalanan biji dapat berlanjut dari satu jalur ke jalur lain
Angin, air, dan hewan bukan satu-satunya cara biji berpindah. Gravitasi membuat buah yang terlalu berat lepas dari tangkai dan jatuh; buah yang bulat dapat berguling menjauh dari induknya. Tumbuhan tertentu juga melontarkan bijinya ketika pemicunya tersedia. Perpindahan karena gravitasi kerap diikuti jalur lain, misalnya biji yang jatuh kemudian terbawa air mengalir atau dimakan hewan. [1]
Jarak sebaran penting, tetapi tempat tujuan juga menentukan. Penyebaran dapat membantu tumbuhan mencapai habitat yang sesuai, mengurangi persaingan dengan induknya, dan membentuk koloni di lokasi kosong. Dalam habitat sejenis, kelestarian anakan juga sering lebih tinggi ketika tumbuh jauh dari induk; sumber mengaitkannya dengan kemungkinan predator dan patogen memangsa tumbuhan yang memiliki kesamaan genetika. Karena itu, keberhasilan penyebaran bukan semata-mata soal sejauh apa biji pergi, melainkan juga apakah biji sampai ke tempat yang mendukung pertumbuhannya. [1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Penyebaran biji. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29866213&title=Penyebaran_biji (diakses 2026-10-04).